Sebuah goresan usang, yang masih kokoh bertahta dalam hingar bingar keheningan.
Tuhan,
durhakah aku masih menyusahkan beliau hingga detik ini?
Tuhan,
Mata tua itu,
tetap menyiratkan ketajamannya,
demi aku,
Tuhan,
kaki yang mungkin seusianya telah merenta,
tapi tetap kokoh menapak,
demi jejak yang ingin terukir dimasa ku kelak
Tuhan,
durhakah aku?
harusnya beliau telah menikmati masanya dengan tenang,
tanpa harus menertawakan keringat demi genggaman
Tuhan,
biarkan aku menangis
aku menikmatinya
Tuhan,
durhakah aku?
ketika beliau merasa tak bisa membagiakan aku,
beliau justru meminta maaf pada ku?
Tuhan,
aku tak pernah berharap lebih
karna hidupku semua tlah terpenuhi
lantas Tuhan, durhakah aku?
Tuhan,
sakitnya,
sedihnya,
selalu tersembunyikan,
sedang aku tahu itu jelas tersiratkan . .
lantas, durhakah aku?
Tuhan,
jika semua do'a-do'a ku tak pantas dikabulkan,
maka hanya satu do'a yang aku minta tuk terkabulkan,
Jangan ambil dia dari sisi ku, Tuhan . .
3 Maret 2012
Dee

0 komentar:
Posting Komentar