Jumat, 02 Mei 2014

Grand Project : Love Project


Salam Pembaca,

Project ini didedikasikan teruntuk my beloved one . .
Dalam rangka apa? Dalam rangka kepala dua nya . . hehe
Proses pengerjaan project ini sekitar 1 bulan, dari awal maret hingga tanggal 27 maret pagi . .
Dalam project ini saya sangat "bermuka tembok"
why?? silahkan menyaksikan sendiri, haha
yang jelas tidak sedikit yang bilang "aku jadi kamu gitu, ketemu malu dee" dan blablabla
penasaran? enggak? ya sudah . .
hahaha

jadi dalam project ini saya coba gabungkan kemampuan minimal saya,
dari acting, nyanyi, jadi produser, editor, script writer, dan sebagainya . .
bukan hal baru kalo tampil didepan umum,
tapi hal baru sekali tampil didepan kamera, latihan bolak balik, take bolak balik . .
kemudian jadilah project yang menurut saya luar biasa, maha karya yang pernah ada didunia saya . .
project yang mampu mengalahkan fokus ngerjain proposal skripsi saya,
bukan karena males (baca: dikit males, hahah), tapi berkecimpung dengan project ini sangat amat mendamaikan mimpi-mimpi dan imajinasi yang selama ini mungkin jarang tertuang dala suatu "bingkai potret".

dan inilah maha karya perdana saya . .


and this is the one, my beloved one . .


Tuhan Jaga Rasa yang Engaku Titipkan kepada Kami . .
Amiin Ya Rabb . .

oh iya, ada satu behind the scane karya my lovely friends . .




thanks to :
Allah SWT . Laras. Luki. Alfian . Lambang . Mas Inunk . Mas Ochin . Hana . Asvin . Erik . Huda . Natayya . Tiwi . Desfri . Ibnu . Bang O'o . Temen-temen Offering M; spesial untuk Devi (atas segala bantuannya untuk bisa masuk dan kenal dengan offering M), Sri Wahyuni, Ayu, Iis, Meriyana, Latifa, Sicilia, Elsa, Dinda, Ais, Sari, Leni, Ati, Hayyue, Firda, Rania, Afri, Delima, Ambar, Rio, Dani, Syaiful, Sung, Dina, Angga, Dian, Gesti, Laili, Kiki, Galih . dan semua pihak yang turut membantu mensukseskan terciptanya project ini . Thank you so much, Damn, I Love you all.

Aku Iri pada Kalian


Perih ku dendangkan,
"wajar bila saat ini, aku iri pada kalian"

aku iri padamu, padamu, padamu,
pada kalian semua itu .

Ku lihat sikecil didepanku,
mungkin kelas 3 SD,
berkisaran itu
"hey, aku iri padamu"

Ku lihat sebayaku,
bersama-sama denganku,
"Hey, aku iri padamu"

ku lihat keponakanku,
ia masih TK saat itu,
"akupun iri padamu"

ku lihat saudaraku,
lebih tua dariku,
"dan akupun iri padamu"

aku iri padamu, padamu, padamu,
pada kalian semua itu . .

Saat kau akan melakukan sesuatu,
kau dengan mudah mengecup tangannya,
kau dengan mudah menatap matanya,
dan kau dengan mudah berkata,
"ayah, do'akan aku, aku mohon restumu"

aku iri padamu, padamu, padamu,
pada kalian semua itu . .

Sedang aku,
berlutut dipusaranya,
mencabut rerumput ditanahnya,
menabur bunga di sepenuhnya,
bertumpuh pada nisan dikakinya,
dan berkata,
"bapak, do'akan anak yang tak pernah berbakti padamu,
anak yang tak bisa menenangkan tidurmu,
anak yang terus menyusahkanmu,
bapak, do'akan aku"

ah,
aku iri pada kalian
sedewasa ini,
aku tetap iri pada kalian

kata ibu,
"biarlah,
kau harusnya lebih tenang,
bapak mu bahkan tak sedikitpun jauh darimu,
saat bapak teman-temanmu jauh dari mereka,
bapakmu selalu ada disampingmu"

maaf, ibu,
aku tetap tak menggubrismu,
rasa itu abadi, bu,
aku iri pada mereka semua bu . .

(11/06/11)
dengan cinta, untukmu . .

Karya Sederhanaku


sedikit karya di masa belia (iuuuh)
hahaha, 

HATI

Kata orang, lidah yang paling berbahaya
adakah seperti itu kenyataannya?

bukan, menurutku bukan lidah
melainkan hatilah yang paling berbahaya 

bagaimana tidak coba?
dari hati, kita merasakan cinta
dari hati, kita berani memberi rasa
dan dari hati pula
kita memberikan sesuatu yang tak seharusnya ada

rasa itu dalah cinta
cinta bukan kepada agama
melainkan kepada manusia
yang bukan saudara juga keluarga 

dari cinta menjadi buta
kemudian melupakan agama
semua yang haram, menjadi halal adanya
lalu apa selanjutnya?
sentanlah yang menjadi pemandunya 

memang cinta datang dengan sendirinya
memang rasa tak bisa dicegah
tapi, kita punya agama
agama yang senantiasa menjaga
agar selamat di dunia
juga selamat dari rayuan si cinta buta

(30/09/2010)

MIMPI 

Ku kaca diri sendiri
Terpantul rendahnya sosok diri
samurai berkarat menyayat hati
ketika menyadari
tiada sempurna diri ini

aku bukan seorang bidadari
yang memikat hati
aku pun bukan putri
dari sang penguasa negri
sedang kau, hai pemikat hati
di singgasana gagah berdiri
dengan dayang dan prajurit yang setia mengabdi 

tapi, aku tetap menjadi diri sendiri
agar kau mengenal sosok ini
dan aku pun selalu sadar diri
serta tak berharap lebih
karena selalu ku yakini
ini semua adalah karunia Sang Ilahi Rabbi
Penguasa Hidup dan Mati

(03/10/2010)

Syair Senja


Dikaki langit, ku temukan warna
Dikaki langit, ku temukan cahaya
Dikaki langit, ku temukan safira
yah, dikaki langit ketika senja
ku mengaguminya . .

Bukan langit dan senja
tapi langit senja
ku mengaguminya

rapuh jiwa takkan membantah
tegap jiwa kan menganggukkannya . .

Biarkan aku menuliskannya
biarkan aku melukiskannya
di langit senja
jangan gugah !

Lama ku tak menyua
kini ku terpesona
langit senja . .

Cahaya bias
elok terias
menyirat bekas
tak terampas
membuatku rela terhempas

terhempas dalam senja
terampas dikakinya langitnya
elok mempesona,
mempesona,
dan terpesona . .
Sungguh pesona
tak terkira . .

Langit senja
sesaat bermakna
biarkan ku diam disana
sendiri mengaguminya
menulis apa yang ku suka
dalam senja,
pada senja,
dengan seribu cinta

sungguh, aku mengaguminya . .

(22/03/2010)

Biarkan Aku Menangis


"Lihat Cahaya indah itu ?"

ku buka tundukku,
menuju apa yang mereka mau,
hampa. Tak ada yang indah.

Bercanda tawalah,
aku disini saja . .

Langit, kenapa kau gerimis ?
Cukup aku saja yang teriris,
kau jangan ikut tergilis,

aku malu pada Tuhan-ku,
jika aku mengadukan hal itu,
langit, tersenyumlah,
dan berahasialah !

"di, kemari !
Bukankah kau cinta dengan senja ?
Nikmatilah !"

senja,
aku slalu bahagia mendengarnya,
aku memang mencintainya,

lagi ku buka tundukku,
hanya cahaya kaku,
tak ubahnya lampu,
ah, keliru,
aku yang keliru !

Kalbuku mati suri,
hingga tak menatap indahnya lagi,
atau sayat hati,
penyebab ini ?

Kembali tundukku,
merongrong hatiku,
semauku,
asal tak keluar dari mataku

Rindu Terasing - (25/03/2010)

Terkaan Anak Kecil


"Di, aku jatuh cinta ?"

ah, kau, bosan aku mendengarnya,
bagaimana bisa kau mudah berkata cinta,
jika semenit saja,
kau bisa mencintainya,
lalu sekejap melupakannya,
Bahkan dengan mudah mengulang-ulangnya,
Ah, itu bukan cinta !

"lalu apa yang kau maksud cinta itu, Di ?
Apa rasa yang kau jaga bertahun-tahun dengan kekasihmu itu ?
Lalu kau terlepas dari tali setiamu ?
Dan kau ratapi dengan pilu ?
Kau hanyut dengan masa lalu mu,
dan lupa akan cita mu,
harap mu,
masa depanmu ?
Itu kah cinta bagimu ?
Cinta yang membuatmu terisolasi dari sekitarmu,
dan hanya memikirkan masa lalu mu itu ?
Ah, kalo itu cinta,
sekalipun mendapatkan imbalan surga,
aku takkan mau jatuh cinta !"

hhh,
aku pun tak memahami cinta !

Memang cinta itu butuh penjagaan,
bukan berarti penantian yang menyesakkan !

Memang cinta itu butuh ketulusan,
bukan berarti tulus dalam peratapan !

Cinta itu memang putih,
bukan berarti membuat mu tertatih !

Cinta itu pengabdian,
bukan berarti pengabdian pada kepedihan,
atas kepergian yang tak sesuai harapan !

Ah, aku anak kecil,
tau apa tentang cinta,
hanya menerka dengan kata,
itu yang aku bisa !

-dengan sepenuh jiwa,
ku mengartikannya,
untuk mu yang membutuhkannya
(27/03/2011)

Nikmat Terpungkiri


Tuhan,
bagaimana aku ungkapkan,
Puji Syukur atas nikmat yang kau berikan,
sedang dosa tak pernah ku sesalkan . .

Tuhan,
Syukur ku ucapkan,
atas iman dan islam yang tertancapkan,
meski kadang teracuhkan . .

Tuhan,
jika dulu,
aku slalu menggerutu,
atas cobaan yang Kau beri padaku,
tapi, bagaimana kini ku syukuri,
bahwa pendewasaan membuat ku mengerti,
cobaan adalah ujian yang Kau beri,
kepada Hamba-Mu yang Kau Sayangi . .

Tuhan,
99 ku Lantunkan,
pun tak cukup wakilkan,
rasa syukurku,
atas ujian pendewasaan imanku . .

Subhanallah,
Walhamdulillah,
Walaa ilaa ha illallaahu Allahu Akbar . .

Alhamdulillahil ladzi an'ama 'alainaa wahadaanaa 'alaa diinil islaam . .
Puji syukur ku,
atas nikmat iman dan islam yang Engkau titipkan kepadaku . .

(02/04/2011)
Maha Suci Allah atas segala Firman-Nya . .

Suara Riang


Kau berdendang dengan riang,
acuhkan terik maupun petang,
kau tegakkan badan, kuatkan pijakan,
memikul beban, demi masa depan,
ah, masa depan, yang kau sendiri tak pernah tetapkan

ku lihat penghitung waktu,
angka 50-an masih terjaga tak berlalu,
hati bergemuruh menata kata per kata dalam bisu,
agar tak membuatmu jatuh .

"petang begini, kau masih disini,
apa esok kau tak sekolah ?" kataku hati-hati
ia tak lagi bernyanyi
pun ecekan yang ikut sunyi
ia menatapku, entah apa tatapan itu berarti,
"aku tak sekolah, kak", katanya datar
sedatar sekolah dasar yang luput terkejar

"orang tua mu dimana, dek ?" tanyaku pelan
agar tak salah penafsiran
"di rumah . . "
"kau tinggal dekat sini ?"
"yah, ikuti jalan itu, disitu rumahku"
mataku tertuju,
pada arah tangan yang menunjuk ke arah kiri ku

stopper jalan, tak berkawan,
mengejar angka hingga 20-an,
ku rogoh apa yang ku punya,
tak dengan cuma-cuma,
melainkan arti hidup yang tak pernah ku punya

"terima kasih, kak" katanya sumringah,
dan berlalu, menuju pengguna jalan lain yang hanya empat lima .

Hijau membuatku berlalu,
membelah jalan dengan pilu,
sekecil itu . .
Ah, air mata meluluh . .

Sekecil itu, aku sudah asyik bersepeda ria,
bermain apapun yang ku suka,
tak sibukkan recehan,
hingga sekarang,
serba ada, tanpa jerih payah . .

Adik ku sayang,
pantaskah aku berkata, "sabarlah ?"
sedang aku tak pernah rasa apa yang kau rasa ?

Adikku sayang,
jalan mu panjang,
semoga rintang yang kau terjang,
mengantarmu pada kebahagiaan . .

(06/04/2011)
teruntuk suara riang,
diperempatan jalan !
Yang kan slalu ku rindukan !

Mengenai Saya

Foto saya
See more . . http://www.facebook.com/dihadihem https://twitter.com/DeeDihaDihem

Pengikut

copyrights2014@Dihadihem. Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Blogroll